Hai apa kabar kamu hari ini ?
Sebenernya ingin berucap baik baik saja, tapi ternyata perasaan lagi kalut, lagi susah untuk fokus, kayanya sedang banyak suara yang singgah di pikiran, ko lagi cepet sensitif ya, terus pengen hidup yang lebih tertata tapi gak tau harus mulai dari mana.
Pada blogspot kali ini saya akan memberikan sedikit informasi tentang mental breakdown, apasih sebenarnya MENTAL BREAKDOWN atau NERVOUS BREAKDOWN itu?
Mental Breakdown ini sebenarnya bukan istilah medis atau psikologis, jadi merupakan istilah populer yang dikembangkan yang sebenarnya ditandai oleh sebuah fase yang terjadi pada perasaan atau kesedihan manusia. Sebelum mental breakdown itu kalo ditarik ke belakang biasanya itu terjadi sebuah gejala berupa perubahan fisik, gampang capek, gampang lelah. Nah mental breakdown ini sebenarnya kalo bisa dibilang adalah fase yang di alami orang setelah dia mengalami namanya emosional burnout, dan pada saat mental breakdown ini perubahan yang terjadi pada perilaku kita itu sangat signifikan. Jadi, seperti kita mengalami stress yang sangat berat, berkepanjangan dan cemas kita sangat berlebih. Jadi kalo kita ngerasa urutannya mungkin berawal dari STRESS dulu, stress ini adalah persepsi psikologis pada semua tekanan hidup baik dari dalam maupun luar diri kita. Biasanya karena perubahan hidup kita yang sangat drastis dan biasanya kita rasakan akibat kejadian - kejadian sederhana dalam hidup. Lalu, setelah stress ini muncul kita akan mengalami yang namanya EMOSIONAL BURNOUT biasanya kita mulai merasa lelah, meskipun sudah istirahat emosi kita jadi gampang marah kita tidak produktif dan perubahan perilaku kita mulai berubah pelan - pelan. Lama kelamaan emosi kita semakin kalut lagi dan pada kondisi ini disebut sebagai fase yang namanya MENTAL BREAKDOWN yang kalo tidak bisa tertangani dengan baik ini bisa mengarah pada MENTAL ILNES atau gangguan-gangguan secara mental.
Kita bakalan ngelihat dulu ciri-ciri orang yang biasanya ada pada fase ini. Pertama, biasanya orang ini mengalami tekanan di kantor atau di pekerjaan setiap hari secara terus menerus. Biasanya juga gejala atau kejadian yang dialami adalah baru saja mengalami proses atau momen kehilangan. Bisa kehilangan anggota keluarga, kehilangan orang yang disayangi, dan biasanya ditandai juga dengan kehilangan kemampuan finansial, masalah keuangan ini juga menjadi faktor penentu nih yang ketiga setelah tahapan yang pertama tadi dan yang kedua akibat pekerjaan, kehilangan anggota keluarga yang disayangi. Jadi, kalo kita lihat lagi ini kalo kehilangan atas kematian orang yang disayangi itu di level pertama baru terkait sama pekerjaan baru nih finansial di level ketiga. Lalu, kemudian perubahan besar pada hidup seperti terjadi pandemi ini dan ini juga diikuti dengan berikutnya adalah mengalami penyakit atau luka yang menyebabkan kesulitan untuk beraktifitas. Nah, dengan ciri-ciri atau pada orang-orang yang mengalami kejadian atau momen hidup yang tadi aku sebutin ini biasanya akan muncul beberapa gejala yang terkait mirip sama EMOSIONAL BURNOUT jadi antara MENTAL BREAKDOWN dan EMOSIONAL BURNOUT ini tuh kaya hampir-hampir sama gitu.
Siapa nih diantara temen-temen saat ini yang sedang mengalami gangguan kecemasan?. Siapa yang kalo tidur terus-menerus mengalami yang namanya pikiran-pikiran negatif sampai akhirnya kita ngerasa gak bisa tidur nih dengan nyenyak. Ada juga yang merasa lelah terus menerus dan mungkin ketika mendapat suatu momen yang menyenangkan tapi tetap aja merasa lelah dan sedih. Dan adakah yang merasa gampang lupa naroh ini dimana lupa naroh itu dimana lupa, dan lupa dengan semua hal . Aku pernah nih temen-temen, waktu itu aku lagi ngalamin breakdown banget secara mental dan pikiran terus tanpa di sadari nafasku itu terengah-engah konon ini terjadi karena kita tidak menyadari masalah yang ada di gelombang alpa kita jadi kayak dibawah pikiran sadar kita di teta kita tuh kayak ngerasa sedih tapi gak disadari sampai detak jatung kita yang berdetak lebih kencang daripada biasanya itu gak kita sadari. Jadi akhirnya karna breath kita kencang terus kayak orang olahraga. Adakah temen-temen yang ngerasa atau mungkin dekat dengan orang yang seperti itu? aku pernah di titk itu. Dan pada tahap itu temen-temen ternyata kalo kita lagi ngelamin yang namanya kekalutan mental atau mental breakdown tadi coba lakukan beberapa tips yang bisa ngebantu kalian. Aku ngerasa cara aku untuk keluar dari situasi itu adalah dengan membicarakan perasaanku, pikiranku, aku coba untuk sharing sama orang yang aku percaya itu bisa jadi bukan harus profesional seperti psikolog, konselor, atau psikiater temen-temen mungkin bisa ke mereka, mereka akan ngebantu temen-temen tapi kalo temen-temen gak punya akses untuk ke sana iya udah dengan orang yang emang kalian percaya dan kalian merasa dengan ngobrol bersama orang-orang ini membuat kalian lega. Yang kedua perasaan stress atau cemas yang terus menerus ini hati-hati loh ini akan meningkatkan level kita pada kondisi dimana kita tidak bisa lagi memproduksi hormon-hormon positif sehingga pada saat cemas justru produksi hormon kortisol di dalam tubuh ini dapat membuat kita jadi tidak selera makan. Dan pada akhirnya imun kita juga mulai menurun dan kalo kondisi ini aku minta temen-temen untuk coba rasakan kembali kebutuhan tubuh kalian untuk mendapatkan asupan makanan yang bergizi, untuk makan secara teratur karna kalo kita lagi mau sehat secara mental tapi kalo fisik kita kurang asupan sehingga mungkin gak selera kita coba deh pilih makanan yang memang paling masuk ke dalam tubuh kita dan itu sebagai bentuk kita sayang pada tubuh kita. Nah, kemudian jangan lupa untuk belajar rilex. Belajar rilex ini tuh bisa kalian lakukan dengan meluangkan waktu untuk sekedar membaca buku, telfon temen, telfon keluarga, dengerin musik, nonton film buka netflix atau nonton drama series gitu kan, yang pasti pada saat momen ini kalian ngerasa kayak lebih santai tanpa memikirkan masalah kalian. Lalu kemudian pelajari cara cegah untuk bagaimana MENTAL BREAKDOWN ini supaya gak dateng di masa depan. Jadi temen-temen ketika kita bicara tentang mengelolah stress itu kayak relate banget dengan kemampuan kita untuk berbicara dengan assertive untuk berani ngomong not okay atau berani untuk say no kalo kita sedang tidak baik-baik saja. Kalo misalnya kita meng iya kan semua orang itu bukan tugas kita loh menyenangkan semua orang pada saat kita lagi stress kita perlu memilih orang-orang mana yang kita pilih untuk mana yang dekat dengan kita aktifitas apa yang ingin kita lakukan dan jangan sampai atas rasa gak enak itu kita jadi ngerasa memaksakan semua hal harus berdasarkan keinginan orang lain, itu yang membuat kita semakin lelah dalam kondisi seperti ini. Dan kalo kita udah pulih pelan-pelan untuk buatlah plan yang paling sederhana apasih hal yang sederhana yang membuat temen-temen tuh ngerasa berubah dan terutama yang mengarah pada rencana masa depan kalo ini sudah kembali kalian ingat apasih tujuan yang sedang dibuat. Oke mungkin itu yang bisa aku share ke kalian, jangan lupa temen-temen jaga kesehatan mental, ini akan mempengaruhi kesehatan kita pada elemen hidup yang lain dan artinya kesadaran diri kita terhadap proses berfikir merasa berperilaku akan kita sadari sepenuhnya.
Terimakasih sudah membaca informasi sedikit mengenai MENTAL BREAKDOWN.
Di zaman tanpa batas ini, saya ingin ikut serta menciptakan 'positive vibes' melalui blogspot. Karena saya percaya bahwa pikiran yang positif akan menular.
Semoga niat tulus saya ini bisa diterima, terlebih bisa membuat siapa saja lebih semangat, optimis, dan bahagia dalam menjalani hidup.
Love
-Selfia-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar