51 hari ibu meninggalkan kami, dan 51 hari kamarnya terasa kosong dan sepi, dan sudah entah malam keberapa aku tertidur pulas disana setelah menangis seharian. mataku membengkak, dadaku juga terasa sesak tak karuan. Separuh tubuhku seperti terpisah dari kerangkanya karena terlalu sering memukul nya dengan keras. Juga entah sudah berapa kali memaki diri ini sendiri karena belum bisa berdamai dengan keadaan. Lantai rumah terasa lebih dingin akhir ini, entah karena aku yang hanya merasa atau memang seperti itu.Tatapan kosong mengarah ke balik pintu yang masih menunggu kepulangannya, berharap ada keajaiban dari sana. Berharap ada cahaya yang mengantarnya pulang, untuk ku dekap kembali.
Seharusnya mengapa sudah mestinya ku benamkan di dalam hati bahwa memang yang telah diciptakan akan kembali pulang, bukan lagi hal yang baru untuk di dengar. tapi ternyata tidak bisa seperti itu, akan tetap ada air mata.
Bagaimana aku bisa berdiri saat ini di atas tumpuan yang sangat dingin karena ragaku tidak bersamaku lagi. bagaimana aku bisa hidup dengan baik baik saja?. Bagaimana dan bagaimana hanya itu yang ada di kepalaku saat ini.
Beri tahu caranya, beri tahu aku bertahan di dunia yang semakin tidak bersahabat karena isi kepala yang tidak lagi bisa bekerja sama. Beritahu aku :')
Dan kini tentang aku yang tidak menginginkan apa-apa kecuali bumi dan doa yang selalu ada ibu di dalamnya. tentang aku yang tidak menginginkan surga, asalkan ibu di dunia selamanya. Dan tentang aku, tentang aku yang selalu merindukannya :'(